
Buah kiwi yang normal berbentuk oval, kira-kira sebesar telur ayam (5–8 cm / 2–3 in dan diameter 4.5–5.5 cm / 1¾–2 ). Buah ini kaya serat, kulit berwarna hijau-kecokelatan dan daging buah berwarna hijau terang atau keemasan dengan biji kecil, hitam, dan bisa dimakan. Tekstur buah ini sangat halus dan rasanya yang unik, saat ini buah kiwi sudah ditanam di berbagai negara.
Buah ini awalnya bernama Gosberi Cina, buah ini dinamai kembali dengan alasan ekspormarketing di tahun 1950-an, menjadi melonette, kemudian kiwi. Nama buah ini berasal dari kiwi— burung yang tak bisa terbang dari Selandia Baru.
Dokter Spesialis Gizi Klinik di Departemen Radioterapi RS Cipto Mangunkusumo, dr Fiastuti Witjaksono, mengatakan buah kiwi jenis Gold mengandung vitamin E lebih banyak dibanding buah lainnya. "Kandungannya mencapai 1,49 miligram per 100 gram," kata dia dalam sebuah workshop di Jakarta, Selasa lalu. Sedangkan kiwi jenis Green, memiliki kandungan vitamin E sedikit lebih rendah, yakni 1,46 miligram per 100 gram.
Fiastuti menyatakan kerusakan sel tubuh manusia terjadi karena proses oksidasi oleh polusi, asap rokok, dan metabolisme tubuh. "Akibat oksidasi, di antaranya penuaan, penyakit jantung, dan kanker," kata dia. Hal ini sesuai dengan penelitian Anne Hermetet Alger dari Cornell University, Amerika Serikat. Menurut dia, wanita yang mengkonsumsi vitamin E setiap hari sebesar 600 IU jangka panjang berisiko 10 persen lebih rendah terserang penyakit kanker dan paru paru dibanding yang tak mengonsumsi vitamin E.
No comments:
Post a Comment